Aplikasi Theory Of Planned Behavior Dalam Membangkitkan Niat Pasien Untuk Melakukan Oprasi Katarak

 


NAMA: AINUN A MONOARFA

NIM: 811421176

KELAS: A

JURUSAN: KESEHATAN MASYARAKAT

TUGAS: PROMKES

 


Aplikasi Theory Of Planned Behavior Dalam Membangkitkan Niat Pasien Untuk Melakukan Oprasi Katarak

 

   Dalam era globalisasi saat ini banyaj sekali bermunculantempat pelayanan kesehatan baru seperti klinik, baik klinik yang meyediakan berbagai jenis poli pelayanan maupun klinik dalam bidang khusus yang memberi pelayanan lebih spesifik.

  Klinik merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seseorang tenaga medis.

  Tindakan oprasi merupakan tindakan lanjtan dari diagnosis dokter terhadap penyakit yang dialami pasien. Penerimaan pendapat yang berasal dari operasi merupakan salah satu komponen pendapatan klinik yang paling besar sehingga dirasa penting untuk membahas banyaknya tindakan opreasi yang dilakukan diklinik pada pasien yang memerlukan tindakan operasi.  

          Klinik Mata Mojoagung merupakan klinik yang menyediakan pelayanan spesialistik dibidang mata. Seluruh pasien yang terdiagnosa katarak dianjurkan untuk melakukan operasi katarak. Berdasarkan data dari Unit Rawat Jalan Klinik Mata Mojoagung dari bulan Januari 2013 sampai dengan bulan Desembar 2014, jumlah pasien rawat jalan yang terdiagnosa katarak rata-rata tiap bulan sebanyak 130 pasien. Pasien yang melakukan operasi katarak dikilink Mata Mojoagung rata-rata tiap bulannya hanya sebesar 49,3% dan yang tidak melakukan operasi katarak sebesar 50,7%.

          Permasalahan yang diambil adalah tingginya jumlah pasien katarak diklinik Mata Mojoagung rata-rata sebesar 50,7% dari bulan Januari 2013-2014. Tujuannya untuk menjelaskan aplikasi Theory of planned behavior yang berpengaruh dalam membangkitkan niat pasien untuk melakukan operasi katarak.

 

Theory of planned behavior (teori perilaku terencana)

      Theory of planned behavior (teori perilaku terencana) merupakan pengembangan dari teori sebelumnya yaitu theory of reasoned action (teori tindakan beralasan) yang dikemukakan oleh Icek Ajzen dan Martin Fishbein. Dalam theory of reasoned action (teori tindakan beralasan), dimana teori ini merupakan teori yang digunakan untuk memperkirakan tingkah langkuh seseorang. Dalam theory of reasoned action (teori tindakan beralasan) memiliki dua prediksi utama dalam menilai niat seseorang untuk berperilaku, yaitu attitude toward the behavior dan subjective norm (Ajzen, 1991).

          Dalam Theory Of Planned Behavior (TPB) menjelaskan bahwa sikap terhadap perilaku, norma subyektif dan sebagai persepsi pengendalian diri akan memunculkan sebuah niat untuk melakukan perilaku.

 

·       Faktor-faktor Theory Planned Behavior (TPB)

-         Sikap terhadap perilaku

Sikap, namun sikap menghadirkan suatu tindakan siap siagaan untuk tindakan yang mengarah pada perilaku (Lubis,2010). Individu akan melakukan sesuatu sesuai dengan sikap yang dikenakan terhadap suatu perilaku. Sikap terhadap yang dianggapnya posoti itu yang perilaku nantinya akan dipilih individu untuk berperilaku dalam kehidupannya. Oleh karena itu sikap merupakan suatu wahana dalam membimbing seorang individu untuk berperilaku.

 

-         Persepsi control perilaku

Dalam berperilaku seorang individu tidak dapat mengkontrol sepenuhnya perilakunya dibawa kendali individu tersebut atau dalam suatu kondisi dapat sebaliknya dimana seorang individu dapat mengkontrolnya dibawah kendali individu tersebut. Pengendalian seorang individu terhadap perilakunya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internl dan juga faktor eksternal. Faktor internal yang berasal dari dalam diri individu tersebut seperti keterampilan, kemauan, informasi, dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan yang ada disekeliling individu tersebut. Persepsi terhadap kontrol perilaku adalah seseorang memahami bahwa perilaku yang ditunjukkannya merupakan cara pengendalian yang dilakukan oleh dirinya.

-         Norma Subyektif

Seorang individu akan melakukan suatu perilaku tertentu jika perilakunya dapat diterima oleh orang-orang yang dianggapnya penting dalam kehidupan dapat menerima apa yang akan diterima. Sehingga, keyakinan normatif akan menghasilkan kesadaran akan tekanan dari lingkungan sosial atau Norma Subyektif.

·      Teori-teori dari gambar theory planned behavior

Komponen Teori Perilaku Terencana (TPB)

-         Keyakinan normatif yang mempengaruhi norma subjektif. Kepercayaan normatif adalah norma yang digunakan orang yang akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Sedangkan norma-norma subyektif menjadi sebagai persepsi individu terhadap sosialisasi yang ada untuk menunjukkan atau tidak perilaku. Norma-norma subyektif ini identik dengan keyakinan seseorang tentang perbuatan atau orang lain yang perlu, harus, atau tidak boleh melakukan perilaku, dan memotivasi orang untuk mengetahui orang lain tersebut.

-         Kontrol yang memengaruhi kontrol perilaku yang dirasakan. Pengendalian keyakinan adalah pengalaman pribadi, atau orang-orang yang akan mempengaruhi hasil individu. Kontrol yang dirasakan adalah keyakinan bahwa individu pernah melakukan atau tidak melaksanakan perilaku tertentu. perilaku kontrol cerdik dan diartikan persepsi individu yang berhubungan dengan tingkah laku tertentu.

Aplikasi Penerapan Theory of Planned Behavior

 Penelitian sebelumnya menggunakan teori ini dalam mengetahui ada tidaknya pengaruh hubungan independen antara indentitas diri individu dengan niatan atau rencana berperilaku. Hal ini dilakukan karena keraguan terhadap pengaruh sikap individu dalam konsumsi sayuran organik yang dihasilkan negara. Hal ini berart intensitas dan perilaku yang harus dilakukan adalah konsumsi sayuran organik.

-         Sikap terhadap perilaku

Masyarakat Amerika Serikat bereaksi terhadap sayuran organik. Sayuran dianggap solusi akan penggunaan nitrogen sintetis yang telah meningkat lima kali organik dan produksi pestisida telah meningkat dua puluh kali (Andow dan Davis: 1989).

-         Norma subyektif

Banyak orang membayar premi besar untuk makanan yang diproduksi secara organik seperti buah organik dan vegetasi khusus. Saat ini diperkirakan perintah harga premium semakin mengingkat. (Chadwick dkk: 1990). Banyaknya orang yang melakukan hal tersebut turut memengaruhi keputusan individu dalam masyarakat tersebut untuk turut membayar tinggi demi konsumsi sayuran organic.

-         Kontrol perilaku yang dirasakan

Pengalaman individu dalam konsumsi sayuran organik terjadi sejak akhir peran dunia II di Amerika Serikat. Hal ini membuat wapsada individu dan memutuskan mengkonsumsi yang aman.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)