Implementasi Model Precede-Proceede Dalam Promosi Kesehatan Untuk Pencegahan HIipertensi


NAMA : NURAIN GUGE

NIM : 811421148

KELAS : C

KELOMPOK 5 : TEORI PRECEDE AND PROCEDE 

S1 KESEHATAN MASYARAKAT


                                             IMPLEMENTASI MODEL PRECEDE-PROCEED

                    DALAM PROMOSI KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN HIPERTENSI


Penyakit hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan kontrol  terapi seumur hidup. Penderita hipertensi yang patuh terhadap program terapi akan memiliki tekanan darah yang stabil dan mencegah terjadinya komplikasi. Program terapi pada penderita hipertensi mencakup terapi farmakologis dan non farmakologis (modifikasi gaya hidup. Perilaku kepatuhan terapi menjadi kunci utama agar penderita hipertensi memiliki kualitas hidup yang baik. Kualitas hidup yang baik erat kaitannya dengan derajat kesehatan. Sehat bukan lagi dipandang sebagai suatu hasil, melainkan suatu proses. Sehat merupakan sumber daya yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan bukan hanya sebagai tujuan hidup. Pemahaman konsep kesehatan sebagai sebuah proses mendorong gerakan promosi kesehatan yang memungkinkan kesehatan untuk diajarkan, dipelajari, dan diperkuat. Upaya pembangunan kesehatan berfokus pada peningkatan, pemeliharaan, dan perlindungan kesehatan. Tidak hanya fokus pada pemulihan atau penyembuhan penyakit Paradigma kesehatan baru memandang kesehatan sebagai kemampuan untuk beradaptasi dan mengatur diri sendiri. Pandangan tersebut memungkinkan setiap orang untuk merasa sehat, bahkan ketika mengalami penyakit kronis sekalipun.Upaya pemberdayaan dan partisipasi menjadi kunci penting dalam keberhasilan program perubahan perilaku penderita hipertensi. PRECEDE-PROCEED merupakan model perencanaan program kesehatan berbasis penilaian kebutuhan masyarakat ditujukan untuk perubahan perilaku dengan mempertimbangkan faktor predisposisi, penguat dan pendukung. Kombinasi Teori SelfManagement dengan Model PRECEDE-PROCEED potensial digunakan untuk menyelesaikan masalah rendahnya kualitas hidup pada kelompok lansia dengan hipertensi di wilayah pedesaan.

 

Tahap program promosi kesehatan dilakukan melalui tujuh fase yang meliputi:

(1)   pengkajian sosial

(2)   pengkajian epidemiologi

(3)   pengkajian perilaku dan lingkungan

(4)   pengkajian edukasi dan ekologi

(5)   pengkajian kebijakan administratif

(6)   implementasi

(7)   proses evaluasi

PRECEDE terdiri atas lima fase, meliputi proses pengkajian yang dilakukan secara menyeluruh, serta menggunakan pendekatan personal. Metode pendekatan personal ini dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan masing-masing penderita hipertensi yang unik. Pada PRECEDE terdapat lima fase yang meliputi:

(1) pengkajian social

(2) pengkajian epidemiologi

(3) pengkajian perilaku dan lingkungan

(4) pengkajian edukasi dan ekologi

(5) pengkajian kebijakan administratif.

Dari hasil pengkajian melalui lima fase tersebut maka dapat diprioritaskan sebuah masalah kesehatan yakni tingkat pengetahuan tentang hipertensi yang rendah pada sampel. Setelah tahap PRECEDE dilakukan maka ditetapkan 4 intervensi utama yakni  monitor tekanan darah,pendidikan kesehatan dan perencanaan modifikasi gaya hidup.

Setelah tahap PRECEDE maka akan dilaksanakan fase PROCEED yang meliputi dua fase utama. Fase tersebut yakni implementasi dan evaluasi. Implementasi dilakukan dengan The Community Based Health Programme. Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi proses, dampak dan outcome. Evaluasi proses dilakukan pada saat kegiatan sedang berjalan untuk menilai apakah kegiatan telah berjalan sebagaimana telah direncanakan. Evaluasi dampak dilakukan dengan untuk menilai dampak yang telah dihasilkan melalui program yang telah dilakukan. Evaluasi outcome diidentifikasi melalui ketercapaian tujuan akhir dari program yang telah dilaksanakan. Evaluasi pada kegiatan ini dilakukan dengan melakukan follow-up pada tingkat kepatuhan penderita terhadap program terapi dan tekanan darah yang terkontrol.

Hasil analisis menunjukkan bahwa median tingkat pengetahuan subjek sebelum memperoleh pendidikan kesehatan adalah 65 (6-94). Sedangkan median tingkat pengetahuan setelah memperoleh pendidikan kesehatan adalah 82 (41-100). Hasil Uji Wilcoxcon memperoleh nilai p<0,05 yang bermakna bahwa pendidikan kesehatan terkait hipertensi yang dilakukan pada subjek memiliki hubungan yang bermakna terhadap tingkat pengetahuan. Pada implementasi tahap selanjutnya akan melakukan penyusunan rencana modifikasi gaya hidup secara personal, kunjungan dari rumah ke rumah dan pelatihan capacity building. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)