Penerapan Transtheoritical Model Terhadap Perubahan Perilaku Pada Remaja Obesitas

 


Nama : Dea Dwi Saputri

Nim : 811421181

Kelas : C (Semester 2)

Kelompok : 6 The Transtheoritical Model (TTM) Dari Prochaska

Program Studi : S1-Kesehatan Masyarakat

 

Penerapan Transtheoritical Model 

Terhadap Perubahan Perilaku Pada Remaja Obesitas

 

The Transtheoretical Model menurut Prochaska dan Diclement (1983) adalah suatu model yang integratif tentang suatu perubahan perilaku. Model ini merupakan kunci pembangun dari teori lain yang terintegrasi. Model ini menguraikan bagaimana orang-orang memodifikasi perilaku masalah atau memperoleh suatu perilaku yang positif dari perubahan perilaku tersebut. Model ini adalah suatu perubahan yang disengaja untuk mengambil suatu keputusan dari individu tersebut. Model ini juga melibatkan emosi, pengamatan dan perilaku, serta melibatkan pula suatu kepercayaan diri.

Obesitas kini dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai epidemi global, serta menjadi suatu masalah kesehatan yang harus segera ditangani. Kegemukan (obesitas) ini dapat didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Seseorang bisa dikatakan kelebihan berat badan bila Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih besar atau sama dengan 25.

Obesitas yang timbul pada masa anak dan remaja bila berlanjut pada usia dewasa, akan sulit diatasi secara konvensional (diet dan olah raga). Obesitas pada remaja tidak hanya akan menimbulkan masalah kesehatan dikemudian hari, akan tetapi juga membawa masalah terhadap kehidupan sosial dan emosi yang cukup berarti bagi remaja.

Beberapa faktor penyebab obesitas pada anak antara lain asupan makanan berlebih yang berasal dari jenis makanan olahan serba instan, minuman soft drink, makanan jajanan seperti makanan cepat saji (burger, pizza, hot dog) dan makanan siap saji lainnya yang tersedia di gerai makanan. Faktor penyebab obesitas lainnya adalah kurangnya aktivitas fisik baik kegiatan harian maupun latihan fisik terstruktur. Faktor risiko utama yang menyebabkan obesitas adalah faktor perilaku yaitu pola makan yang tidak sehat ditambah dengan konsumsi serat (buah dan sayur) tidak mecukupi, aktivitas fisik yang kurang, dan merokok.

Penerapan transtheoritical model terhadap perubahan perilaku makanan dan aktifitas fisik pada remaja obesitas, yaitu :

·         Stage Pre-Contemplation (Tahap Pra-Kontemplasi)

Pada tahap ini remaja yang memiliki bentuk tubuh kurang ideal belum menyadari bahwa obesitas berdampak merugikan bagi dirinya baik dalam masalah kesehatan ataupun masalah kepercayaan diri. Remaja ini menghindari segala bentuk promosi program diet, bahkan ia tidak percaya dengan segala program diet yang ada. Atau ia sudah menyadarinya namun tetap tidak menghiraukan hal tersebut.

·         Stage Contemplation (Tahap Kontemplasi)

Ditahap ini remaja tersebut akhirnya menyadari bahwa perilaku yang ia miliki merupakan masalah dan mulai mencari informasi tentang keuntungan dan kerugian dari perilaku tersebut. Ia bahkan memikirkan dampak buruk serta penyakit apa saja yang mungkin bisa terjadi pada penderita obesitas seperti dirinya.

·         Stage Preparation (Tahap Persiapan)

Selanjutnya, remaja ini sudah mulai memiliki keinginan untuk melakukan perubahan perilaku dan memulai sesuatu dari hal-hal kecil, seperti perlahan-lahan membenahi pola makan dan melakukan olahraga meskipun belum rutin.

·         Stage Action (Tahap Aksi)

Remaja ini sudah mulai mengatur pola makan dan melakukan olahraga secara rutin.

·         Stage Maintenance (Tahap Pemeliharaan)

Remaja ini harus menjaga kontinuitas dari perubahan perilaku yang ia lakukan. Ia harus mempertahankan untuk tetap mengatur pola makan yang baik dan benar dan melakukan olahraga ketat. Bahkan ia sampai menghitung kadar kandungan yang ada dalam setiap makanannya.

·         Stage Termination (Tahap Terminasi)

Pada tahap ini, perilaku ini sudah menetap dan tidak akan hilang. Perilaku ditandai sudah masuk ke stage ini jika tidak lagi dibutuhkan pemotivasian dan serangkaian reinforcement. Perilaku menjadi suatu kebutuhan yang memang harus dipenuhi oleh orang tersebut.

Prevalensi obesitas anak mengalami peningkatan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Tingginya prevalensi obesitas anak disebabkan oleh pertumbuhan urbanisasi dan perubahan gaya hidup seseorang. Obesitas pada masa anak dapat meningkatkan kejadian diabetes mellitus (DM) tipe 2. Selain itu, juga berisiko untuk menjadi obesitas pada saat dewasa dan berpotensi mengakibatkan gangguan metabolisme glukosa dan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh darah dan lain-lain. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)