Penerapan Taksonomi Bloom Dalam Ranah Afektif Pada Pembelajaran Di Sekolah Dasar
Nama : Putri Qhairani Jusuf
NIM : 811421073
Kelas : C (Semester 2)
Kelompok : 1 (Teori Taxonomi Benjamin Bloom Tentang perilaku manusia)
S1 KESEHATAN MASYARAKAT
Penerapan Taksonomi Bloom
Dalam Ranah Afektif Pada Pembelajaran Di Sekolah
Dasar
Taksonomi
Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Dalam
pelaksanaan pembelajaran selama ini, tujuan pendidikan mengacu pada pijakan
definisi klasifikasi menurut Benyamin S. Bloom dkk atau dikenal dengan istilah
Taksonomi Bloom. Pada kali ini akan dibahas tujuan pembelajaran menurut
Taksonomi Bloom dalam ranah afektif dan aplikasinya pada pembelajaran di
Sekolah Dasar.
Menurut
Benyamin S. Bloom tujuan pembelajaran atau yang dikenal dengan istilah “The Taxonomy of Education Objectives” merupakan barometer proses
pembelajaran yan dilakukan. Hasil belajar yang diperoleh dialihkan melalui
tingkatan-tingkatan yang dapat diukur melalui ranah Taksonomi Bloom, salah
satunya ranah afektif. Ranah afektif merupakan ranah yang berisi perilaku-perilaku
yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti ketertarikan, tingkah laku,
pujian dan adaptasi. Ranah afektif juga memiliki tingkatan tertentu dari yang
sederhana sampai kompleks. Tingkatan tersebut yaitu :
1) Penerimaan
(Receiving)
Kemauan adalah menerima
untuk memperhatikan suatu gejala / rangsangantertentu dari luar diri. Kemampuan
ini mencangkup:
- Mendengarkan/
menerima informasi dengan perhatian
- Menunjukkan
kepekaan terhadap lingkungan dan masalah sosial
- Menerima
perbedaan
- Melakukan dengan
sungguh- sungguh
2) Menanggapi/
Partisipasi (Responding)
Kemampuan ini
menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan tertentu.Kemampuan ini dapat
terlihat dengan adanya:
- Mengikuti
diskusi kelompok dengan baik
- Menaati
peraturan
- Menolong orang
lain
3) Berkeyakinan
/ Penentuan ( Valuing)
Berkeyakinan
berarti kemauan menerima sistem tertentu dari prosesmemahami. Kemampuan ini
meliputi :
- Mengambil
sikap
- Memprakarsai
- Membenarkan / Menolak
4) Penerapan
Karya (Organisation)
Dimensi ini
berkenaan dengan penerimaan terhadap berbagai sistem nilaiyang berbeda
berdasarkan suatu sistem nilai yang lebih tinggi. Penerapan karya ini meliputi
kemampuan :
- Menerima
kelebihan dan kekurangan diri sendiri dan orang lain
- Menyesuaikan
- Mengatur
5) Ketekunan /
Pembentukan Pola (Charakterization)
Ranah ini adalah
tingkat afektif yang tertinggi. Pada taraf ini individuindividu yang sudah
memiliki sistem nilai selalu menyelaraskan perilakudengan sistem nilai yang
diyakininya sebagai dasar mengambil keputusan.Kemampuan ini meliputi:
- Bersikap
obyektif
- Mempertimbangkan
- Menunjukkan
Begitu pentingnya tujuan
pembelajaran untuk mengetahui perkembangan perubahan perilaku dari hasil
belajar, mengharuskan pendidik memahami ranah tujuan pembelajaran Taksonomi
Bloom. Pemahaman tentang operasional Taksonomi Bloom diatas, membantu pendidik
untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran dan memiliki peta hasil belajar
secara individu.

Komentar
Posting Komentar