Penerapan Taksonomi Bloom Dalam Ranah Afektif Pada Identifikasi Permasalahan Pendidikan di Indonesia
Nama : Fadiyah
F.A Alamri
Nim :
811421118
Kelas : C/2021 -
S1 Kesehatan Masyarakat
Mata Kuliah : Promosi Kesehatan
Dosen Pengampuh : Ramly Abudi S.Psi, M.Kes
Penerapan Taksonomi Bloom Dalam Ranah Afektif Pada
Identifikasi Permasalahan Pendidikan di Indonesia
Secara etimologis, kata “taksonomi” berasal dari bahasa
Yunani, yaitu “tassein” yang artinya mengklasifikasikan, dan “nomos” yang
artinya aturan. Sehingga arti taksonomi dapat didefinisikan sebagai hierarkhi
klasifikasi atas prinsip dasar atau aturan.
Taksonomi Bloom dibuat oleh seorang psikolog bernama
Benjamin Samuel Bloom pada tahun 1956 untuk tujuan pendidikan. Bloom
mengklasifikasikan tujuan pendidikan ke dalam tiga ranah (domain), yaitu; ranah
kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor, dimana setiap ranah dibagi lagi
lebih rinci menjadi beberapa bagian.
Menurut
Bloom, tujuan pendidikan dapat dibagi ke dalam 3 ranah, yaitu:
· Ranah
Kognitif (Cognitive Domain),
berisi berbagai perilaku yang menekankan aspek intelektual. Misalnya;
pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir.
· Ranah
Afektif (Affective Domain),
berisi berbagai perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi. Misalnya;
sikap, minat, apresiasi, dan cara penyesuaian diri.
· Ranah Psikomotorik (Psychomotoric Domain), berisi berbagai perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik. Misalnya; berenang, tulisan tangan, mengetik, dan mengoperasikan mesin.
Berikut penerapan Taksonomi Bloom dalam Ranah Afektif pada
Identifikasi Permasalahan Pendidikan di Indonesia.
Ranah afektif adalah ranah yang
berhubungan dengan sikap, nilai, perasaan, emosi serta derajat penerimaan atau
penolakan suatu obyek dlam kegiatan belajar mengajar.
Kartwohl
& Bloom (Dimyati & Mudjiono, 1994; Syambasri Munaf, 2001) membagi ranah
afektif menjadi 5 kategori yaitu :
♦
Receiving/Attending/Penerimaan
Kategori
ini merupakan tingkat afektif yang terendah yang meliputi penerimaan masalah,
situasi, gejala, nilai dan keyakinan secara pasif.Penerimaan adalah semacam
kepekaan dalam menerima rangsanagn atau stimulasi dari luar yang datang pada
diri peserta didik. Hal ini dapat dicontohkan dengan sikap peserta didik ketika
mendengarkan penjelasan pendidik dengan seksama dimana mereka bersedia menerima
nilai-nilai yang diajarkan kepada mereka danmereka memiliki kemauan untuk
menggabungkan diri atau mengidentifikasi diri dengan nilai itu.
Kata
kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah: memilih,
mempertanyakan, mengikuti, memberi, menganut, mematuhi, dan meminati.
♦
Responding/Menanggapi
Kategori
ini berkenaan dengan jawaban dan kesenangan menanggapi atau merealisasikan
sesuatu yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat. Atau dapat pula
dikatakan bahwa menanggapi adalah suatu sikap yang menunjukkan adanya
partisipasi aktif untuk mengikutsertakan dirinya dalam fenomena tertentu dan
membuat reaksi terhadapnya dengan salah satu cara. Hal ini dapat dicontohkan
dengan menyerahkan laporan tugas tepat pada waktunya.
Kata
kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : menjawab,
membantu, mengajukan, mengompromi, menyenangi, menyambut, mendukung,
menyetujui, menampilkan, melaporkan, memilih, mengatakan, memilah, dan menolak.
♦
Valuing/Penilaian
Kategori
ini berkenaan dengan memberikan nilai, penghargaan dan kepercayaan terhadap
suatu gejala atau stimulus tertentu. Peserta didik tidak hanya mau menerima
nilai yang diajarkan akan tetapi berkemampuan pula untuk menilai fenomena itu
baik atau buruk. Hal ini dapat dicontohkan dengan bersikap jujur dalam kegiatan
belajar mengajar serta bertanggungjawab terhadap segala hal selama proses
pembelajaran.
Kata
kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah: mengasumsikan,
meyakini, melengkapi, meyakinkan, memperjelas, memprakarsai, mengundang, menggabungkan,
mengusulkan, menekankan, dan menyumbang.
♦
Organization/Organisasi/Mengelola
Kategori
ini meliputi konseptualisasi nilai-nilai menjadi sistem nilai, serta pemantapan
dan prioritas nilai yang telah dimiliki. Hal ini dapat dicontohkan dengan kemampuan
menimbang akibat positif dan negatif dari suatu kemajuan sains terhadap
kehidupan manusia.
Kata
kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : menganut,
mengubah, menata, mengklasifikasikan, mengombinasi, mempertahankan, membangun,
membentuk pendapat, memadukan, mengelola, menegosiasikan, dan merembuk.
♦
Characterization/Karakteristik
Kategori
ini berkenaan dengan keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki
seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Proses
internalisais nilai menempati urutan tertinggi dalam hierarki nilai. Hal ini
dicontohkan dengan bersedianya mengubah pendapat jika ada bukti yang tidak
mendukung pendapatnya.
5
Kata kerja operasional yang dapat dipakai dalam kategori ini adalah : mengubah
perilaku, berakhlak mulia, mempengaruhi, mendengarkan, mengkualifikasi,
melayani, menunjukkan, membuktikan dan memecahkan.

Komentar
Posting Komentar