PENERAPAN TEORI DIFUSI INOVASI PADA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL SEBAGAI PROGRAM BPJS KESEHATAN


 

Nama                 : Ramadhan Utiarahman

NIM                    : 811421130

Kelas                  : C (Semester 2)

Mata Kuliah     : Dasar Promosi Kesehatan

Jurusan              : Kesehatan Masyarakat

 

PENERAPAN TEORI DIFUSI INOVASI PADA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL SEBAGAI PROGRAM BPJS KESEHATAN

Jaminan Kesehatan Nasional merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan supaya peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan serta perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Penyelenggaran Jaminan Kesehatan Nasional oleh BPJS Kesehatan dapat dikategorikan sebagai sebuah inovasi. Menurut Rogers, kebaruan inovasi diukur secara subyektif, menurut pandangan individu yang menangkapnya. Jika suatu ide dianggap baru oleh seseorang maka itu adalah inovasi (bagi orang itu). “baru” dalam ide yang inovatif tidak berarti harus baru sama sekali.

Dalam proses penyebaran informasi, komunikasi mempunyai peranan penting. Melalui komunikasi yang efektif, informasi tentang inovasi bisa diterima dan dipahami oleh masyarakat dengan baik sehingga tidak ada kesalahpahaman mengenai program BPJS Kesehatan. Dengan begitu program BPJS Kesehatan akan lebih cepat diadopsi oleh masyarakat dan dapat berjalan secara optimal. Maka dari itu, dalam menerapkan program JKN ini dapat menggunakan teori Difusi Inovasi dari Rogers. Rogers mendefinisikan difusi sebagai proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu diantara para anggota suatu sistem sosial.

Berikut penerapan teori Difusi Inovasi pada Program Jaminan Kesehatan Nasional :

1.  1.    Inovasi

Dalam hal ini, inovasi yang dimaksud adalah Program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Program ini dikatakan sebagai inovasi karena terdapat perubahan sistem dan mekanisme penyelenggaraan dari asuransi kesehatan sosial yang pernah dimiliki oleh pemerintah dan termasuk dalam program yang sudah ditetapkan dan disahkan dalam Undang-Undang No.40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

2.   2.    Saluran Komunikasi

a.      Saluran antarpribadi, Proses difusi melalui saluran antarpribadi yang dilakukan BPJS Kehatan dengan layanan call center hotline service, email dan penyuluhan serta pelatihan.

b.  Saluran Kelompok Proses difusi melalui saluran kelompok yang dilakukan BPJS Kesehatan yaitu dengan Sosialisasi, Grup Chatting, dan pelatihan TOT.

c.  Media Massa BPJS Kesehatan menggunakan media massa untuk menyampaikan informasi-informasi berkaitan dengan program Jaminan Kesehatan Nasonal. Media yang digunakan adalah radio, leaflet, poster, spanduk, biloline, baliho.

3.   3.    Jangka waktu

Jangka waktu adopter untuk mengadopsi inovasi memiliki perbedaan. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terdapat dalam tahapan proses adopsi inovasi. Jangka waktu di atas dihitung sejak program Jaminan Kesehatan Nasional diselenggarakan yaitu pada tanggal 1 Januari 2014.

4.  4.    Anggota Sistem Sosial

Setelah wawancara dilakukan, informan dapat dikelompokkan ke dalam golongan pengadopsi sesuai dengan tingkat keinovatifannya. Dalam penelitian ini terdapat 1 orang inovator, 2 orang early adopter, 6 orang early majority, dan 1 orang late majority.

Adapun Proses adopsi yang memliki beberapa tahapan. Tahapan-tahapan dalam adopsi Program Jaminan Kesehatan Nasional adalah sebagai berikut:

         1.   1.    Knowledge (Tahap Pengetahuan)

Masyarakat dalam hal ini adopter juga telah sadar akan manfaat yang ada dalam program yang ditawarkan oleh innovator yaitu program Jaminan Kesehatan Nasional. Masyarakat menyadari bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional memiliki manfaat yang sangat penting dalam hal pemenuhan kebutuhan kesehatan

         2.   2.    Persuasion (Tahap Persuasi)

Untuk mengurangi ketidakpastian atau memantapkan diri terhadap pemahaman tentang program JKN adopter berusaha mencari inforamsi dengan bertanya kepada orang yang dianggap lebih mampu. Dengan mengobrol maka akan terjadi umpan balik yang beragam yang akan merangsang adopter untuk memuaskan dirinya terhadap pengetahuan akan program JKN.

         3.   3.    Decision (Tahap Pengambilan Keputusan)

Tahap pengambilan keputusan terjadi ketika individu atau calon adopter terlibat dalam proses yang menyebabkan pilihan untuk mengadopsi atau menolak inovasi. Dalam hal ini, ditemukan fakta bahwa adopter menilai baik dan buruk dari program Jaminan Kesehatan Nasional berdasarkan manfaat dan aspek kesesuaian dengan pembangunan nasional.

         4.    4.    Implementation

Adopter dalam hal ini telah memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Nasional untuk membantu perawatan kesehatan. Sehingga dapat dikatakan bahwa adopter dalam hal ini telah melalui tahap implementasi, dimana seorang adopter menggunakan inovasi untuk mempelajari lebih jauh mengenai inovasi dan lebih meyakinkan penilaiannya.

         5.   5.     Confirmation (Tahap Pemantapan)

Dari hasil penelitian yang dilakukan, setelah memutuskan untuk menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional, adopter merasa puas dengan pelayanan dan manfaat yang diperoleh. Dapat dikatakan bahwa adopter telah melewati tahap pemantapan. Adopter telah memutuskan untuk terus melanjutkan program Jaminan Kesehatan Nasional.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)