Pengaplikasian Teori Precede Proceed dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Sidotopo


NAMA  :  SITTI RAHMAWATY DENGO

NIM      :  811421107

KELAS : C 2022

S1 KESEHATAN MASYRAKAT

 

Pengaplikasian Teori Precede Proceed dalam Upaya Pemberdayaan

Masyarakat di Kelurahan Sidotopo

 

Pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah upaya yang memiliki harkat dan martabat untuk meningkatkan golongan masyarakat dalam kondisi kekurangan atau miskin, sehingga mereka dapat melepas diri dari kondisi keterbelakangan dan kemiskinan (Andayani, Martono and Muhamad, 2017) . Pemberdayaan masyarakat adalah segala upaya fasilitasi yang sifatnya non-instruktif, yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengidentifikasi masalah yang dihadapi, potensi yang dimiliki, merencanakan, dan melakukan pemecahannya dengan memanfaatkan potensi setempat (Peraturan Menteri Kesehatan No.65, 2013). Dengan kata lain, pemberdayaan pada masyarakat berguna untuk memampukan dan memandirikan masyarakat. Salah satu permasalahan pada masyarakat adalah tentang masalah kesehatan. Dalam suatu pemberdayaan, ada beberapa kajian seperti Enabling, Empowering dan Protecting yang mana semua intinya adalah agar membuat masyarakat dapat mengambil keputusan sendiri sesuai dengan keadaan lingkungan mereka (Margolang, 2018).

Menurut H.L. Bloom ada beberapa masalah kompleks yang dapat mempengaruhi yakni terdiri dari faktor lingkungan (fisik, sosial, budaya, dan politik), faktor genetik, faktor sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta faktor perilaku perorangan dan masyarakat (Mawaddah, 2019). Begitu banyaknya faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan sehingga dapat menurunkan derajat kesehatan masyarakat juga berhubungan dengan kurangnya kesadaran masyarakat, seperti adanya pencemaran lingkungan seperti sampah. Sampah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih cukup banyak dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Hampir semua masyarakat di Indonesia memiliki kebiasaan untuk membuang sampah sembarangan baik masyarakat yang masih rendah maupun menengah ke atas (Wibisono and Dewi, 2014). Perbedaan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat tidak menjadikan masyarakat tersebut memiliki perbedaan sikap dan perilaku terhadap masalah sampah (Mulasari, 2013). Oleh karena itu, permasalahan tersebut sangat membutuhkan kerjasama antar masyarakat untuk saling menjaga kebersihan lingkungan agar derajat kesehatan masyarakat dapat meningkat (Elamin et al., 2018). Dukungan antar masyarakat yang terbentuk, nantinya juga akan membentuk perilaku masy arakat dalam menanggulangi permasalahan terkait sampah hingga mengolah sampah (Febriandi, 2020).

Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 80% sampah yang berada di laut berasal dari daratan yang dikarenakan kurangnya lahan untuk pengolahan limbah padat dan sampah yang terbawa dari aliran sungai. Hasil penelitian dari Universitas Hasanuddin dan University of California, Davis School of Veterinary Medicine, menemukan sekitar 25% ikan yang dijual di pasar Kota Makassar telah mengandung plastik (Kementrian Lingkungan hidup dan Kehutanan, 2017). Pencemaran sampah sendiri dapat mengganggu biota laut dan pengelolaan sampah yang kurang baik juga dapat mengganggudan merusak lingkungan sekitar. Lingkungan yang tercemar dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan penyakit seperti disentri dan diare pada masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut(Widiyanto, Yuniarno and Kuswanto, 2015). Selain penyakit disentri dan diare, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu dampak dari penyumbatan sampah di saluran pembuangan yang mengakibatkan berkembangannya jentik nyamuk (Dahlan, Kapas and Yogyakarta, 2018). Pada wilayah Kelurahan Sidotopo Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, berdasarkan profil kesehatan Puskesmas Sidotopo tahun 2019 dan hasil primer didapatkan 7 (tujuh) masalah kesehatan di Kelurahan Sidotopo,salah satunya adalah permasalahan tentang pengolahan sampah. Kelurahan Sidotopo sendiri merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Semampir di wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kelurahan Sidotopo memiliki kepadatan penduduk sebanyak 11.870 Jiwa/Km2 dengan luas wilayah 2.98 Km2 , 12 Rukun Warga (RW) dan 96 Rukun Tetangga (RT). Kelurahan Sidotopo merupakan wilayah kerja dari Puskesmas Sidotopo, jumlah penduduk laki-laki di kelurahan Sidotopo adalah 17.756 Jiwa sedangkan jumlah penduduk perempuan 17.616 Jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebesar 9.949 KK (Badan Pusat Statistik, 2019). Permasalahan sampah yang dialami oleh wilayah Sidotopo tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti wilayah yang berada di sekitar aliran sungai, tidak terdapatnya tempat pengumpulan atau pengolahan sampah di wilayah tersebut serta terkendalanya proses pengangkutan sampah masyarakat. Hal tersebut menyebabkan masyarakat memilih untuk langsung membuang sampah di aliran sungai atau dibiarkan menumpuk di depan rumah yang mana dapat menganggu kesehatan masyarakat sekitar. Adapun faktor penghambat lainnya yakni kepadatan dan penyebaran penduduk pada wilayah tersebut serta ekonomi masyakarat sekitar (Sahil et al., 2016). Selain itu, tidak terdapat kebijakan atau aturan pada suatu wilayah akan semakin mendukung kondisi lingkungan yang tidak sehat (Indartik et al., 2018).

Wilayah Sidotopo adalah salah satu wilayah dengan permasalahan sampah yang cukup rumit. Wilayah tersebut berada di perlintasan kereta api dan berbatasan dengan sungai. Sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat, baik dari RW XI maupun RW lainnya terkadang juga ikut terbawa oleh kereta api yang lewat di perlintasan. Hal tersebut semakin membuat keadaan lingkungan menjadi lebih kotor dan tidak indah untuk dipandang. Sampah yang berterbangan tidak hanya sampah plastik tapi terkadang juga sampah popok bayi. Sampah plastik yang berterbangan mempunyai dampak negatif seperti dapat mengurangi tingkat kesuburan dari tanah, dapat menyumbat saluran drainase, selokan, dan aliran sungai yang membuat daerah tersebut banjir ketika musim penghujan (Purwaningrum, 2016). Tujuan dari pembentukan program tersebut adalah untuk membantu masyarakat sekitar agar dapat meningkatkan kesadaran tentang kesehatan lingkungan serta memampukan masyarakat untuk menanggulangi permasalahan yang ada pada lingkungannya. Dalam artikel ini,akan disampaikan perencanaan dan proses implementasi yang dilakukan dalam kegiatan ini melalui pendekatan Precede Proceed.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)