Pengaplikasian Theory Of Planned Behavior dalam Memprediksi Perilaku Pemberian Makanan Sehat Pada Balita Stunting Di kabupaten Tuban


 

Nama         : Indri I. Isini

Nim            : 811421057

Kelas          : C

Tugas        : Promosi Kesehatan

Dosen Pengampu : Ramli Abudi, S.Psi.,M.Kes



Pengaplikasian Theory Of Planned Behavior

dalam Memprediksi Perilaku Pemberian Makanan Sehat

Pada Balita Stunting Di kabupaten Tuban

 

Menurut Ajzen (1991) TPB adalah sebuah teori yang dirancang untuk memprediksi dan menjelaskan perilaku manusia pada konteks yang spesifik. TPB merupakan pengembangan dari Theory of Reasoned Action (TRA) (Ajzen dan Fishbein,1980). Inti dari Theory of planned Behavior dan Theory of Reasoned Action adalah niat individu untuk melakukan perilaku tertentu.

Dalam TPB, niat ditentukan oleh tiga variabel antecedent, yaitu:

1. Attitude (sikap)

Sikap merupakan suatu faktor dalam diri seseorang yang dipelajariuntuk memberikan respon positif atau negatif pada penilaian terhadap sesuatu yang diberikan.

2. Subjective Norm (Norma Subjektif)

Subjective norm (norma subjektif) merupakan persepsi seseorang tentang pemikiran orang lain yang akan mendukung atau tidak mendukungnya dalam melakukan sesuatu

3. Perceived Behavioral Control (Kontrol Perilaku)

Perilaku adalah persepsi kemudahan atau kesulitan dalam melakukan suatu perilaku.

 

 

Berikut cara pengaplikasian Theory Of Planned Behavior dalam memprediksi Perilaku Pemberian Makanan Sehat Pada Balita stunting.

 

Salah satu daerah di Jawa Timur dengan Prevalensi balita stunting tinggi adalah Kabupaten Tuban. Kondisi stunting akan berdampak negatif pada kesehatan balita. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak buruk kondisi stunting pada balita di masa depanya, salah satunya dengan melalui pemberian konsumsi makanan sehat dengan tingkat keberagaman makanan yang tinggi kepada balita stunting.      

          Tujuan dalam penelitian ini adalah mengaplikasikan Theory of Planned Behavior untuk memprediksi perilaku pemberian makanan sehat kepada balita stunting di Kabupaten Tuban. Metode penelitian ini termasuk penelitian analitik observasional dengan desain corss sectional.

Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Singgahan, Kabupaten Tuban sebagai wilayah dengan jumlah balita stunting tertinggi di Kabupaten Tuban. Sampel penelitian ini adalah 137 pengasuh balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Singgahan. Responden penelitian diukur sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku dengan menggunakan 51 pernyataan kuesioner skala semantic differential. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabulasi silang dan regresi logistik.

Hasil faktor sikap dan persepsi kontrol perilaku pengasuh balita memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat pengasuh untuk memberikan makanan sehat kepada balita stunting. Faktor norma subjektif tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat pengasuh untuk memberikan makanan sehat kepada balita stunting. Faktor niat mempunyai pengaruh yang lemah terhadap pelaksanakan perilaku pemberian makanan sehat kepada balita stunting.

Kesimpulan

Niat pengasuh balita stunting untuk memberikan makanan sehat kepada balitanya dipengaruhi oleh faktor sikap dan persepsi kontrol perilaku, namun dalam pelaksanaan perilaku, mayoritas pengasuh balita masih memberikan makanan tidak sehat kepada balitanya walaupun telah memiliki niat kuat untuk melaksanakan perilaku tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)