Pengaplikasian The Trantheoretical Model pada Penyalagunaan Tabir Surya

 



Nama : Rahmatiya Nurcahyani Ismail

Nim : 811421165

Kelas : C/2021 S1 Kesehatan Masyarakat

Mata Kuliah : Promosi Kesehatan

Dosen Pengampuh : Ramly Abudi S.Psi,M.Kes




            Pengaplikasian The Trantheoretical Model pada Penyalagunaan Tabir Surya

         

     The Transtheoretical Model menurut Prochaska dan Diclement (1983) adalah suatu model yang integratif tentang suatu perubahan perilaku. Model ini merupakan kunci pembangun dari teori lain yang terintegrasi. Model ini menguraikan bagaimana orang-orang memodifikasi perilaku masalah atau memperoleh suatu perilaku yang positif dari perubahan perilaku tersebut. Model ini adalah suatu perubahan yang disengaja untuk mengambil suatu keputusan dari individu tersebut. Model ini juga melibatkan emosi, pengamatan dan perilaku, serta melibatkan pula suatu kepercayaan diri.

Model Transtheoretical adalah model perubahan yang disengaja, yaitu model yang berfokus pada pengambilan keputusan individu. Pendekatan lain untuk promosi kesehatan telah berfokus terutama pada pengaruh sosial terhadap perilaku atau pengaruh biologis terhadap perilaku. Untuk merokok, sebuah contoh dari pengaruh sosial akan menjadi model pengaruh kelompok sebaya atau perubahan kebijakan. Contoh pengaruh biologis akan model pengaturan nikotin dan terapi penggantian (substitusi). Dalam konteks model transtheoretical, ini dipandang sebagai pengaruh luar, berdampak melalui individu. 

Transtheoretical model mengemukakan lima tahap. Melalui tahap tahap ini, seseorang dapat berubah ke arah perilaku sehat jangka panjang yang positif. Lima tahap tersebut adalah:

1) Pra Kontemplasi (belum menyatakan/ belum siap untuk berubah)

2) Kontemplasi (mempertimbangkan untuk berubah)

3) Persiapan (komitmen yang serius untuk berubah)

4) Aksi (perubahan dimulai)

5) Pemeliharaan (mempertahankan perubahan)

Berikut cara pengaplikasian Transtheoretical Model melalui lima tahap dalam masalah penyalahgunaan obat-obat terlarang (Narkoba) . 

a) Pada stage pre-contemplation, individu belum menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba memiliki dampak merugikan bagi dirinya maupun orang di sekitarnya. Atau ia sudah menyadarinya namun tetap tidak menghiraukan hal tersebut. 

b) Pada stage contemplation, individu akhirnya menyadari tindakannya. Ia juga mulai memikirkan kelebihan maupun kekurangan menjadi pecandu narkoba itu. Ia memikirkan dampak buruk narkoba yang akan terjadi pada dirinya, dan orang-orang disekitarnya. Ia memikirkan bahwa ia akan dikucilkan di masyarakat atau bisa saja dijebloskan kedalam penjara.

c) Pada stage preparation individu mulai mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk merubah kebiasaannya menggunakan obat terlarang seperti menyusun rencana untuk merubah kebiasaan menjadi kegiatan lain yang bermanfaat dan berniat untuk tidak menggunakan obat terlarang lagi.

d) Pada stage Action, seseorang mulai menjalankan rencananya untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu guna mengetahui seberapa jauh kecanduan yang dialami. Cara selanjutnya yakni detoksifikasi pada tahapan ini, seseorang diminta untuk berhenti menggunakan obat-obatan terlarang. Untuk meringankan efek ketergantungan obat dokter akan memberikan obat-obatan seperti metadon, buprenofin, atau naltrexone.

e) Pada stage Maintenance, seseorang harus menjaga kontinuitas dari berhenti menggunakan narkoba. Jika dalam kurun waktu tertentu perilaku ini dijaga, maka kebiasaan tidak menggunakan obat terlarang akan menjadi sesuatu yang menetap. Dukungan dari orang terdekat pun berperan penting dalam proses pemulihan.

f) Dan pada stage Termination, perilaku ini sudah menetap dan tidak akan hilang. Perilaku ditandai sudah masuk ke stage ini jika tidak lagi dibutuhkan pemotivasian dan serangkaian reinforcement. Perilaku menjadi suatu kebutuhan yang memang harus dipenuhi oleh orang tersebut.


  Tabir surya adalah ramuan untuk menghalangi pengaruh cahaya matahari yang merusak kulit. Ramuan tersebut dapat berupa losion, semprotan, gel, foam, batang atau produk topikal yang menghindari atau memantulkan sinar radiasi ultraviolet dari matahari  sehingga kulit  tidak mengalami bakaran matahari. Tabir surya dapat dibuat dari dua jenis bahan yaitu partikel anorganik, seperti titanium dioksida atau seng oksida, dan komponen organik, seperti ekstrak herbal atau senyawa seperti oksibenzon.

    Partikel dalam tabir surya memberikan perlindungan fisik terhadap sinar UV dengan memantulkan sinar matahari. Komponen organik menyerap sinar UV dan melepaskan energi mereka sebagai panas untuk memberikan perlindungan kimia. Profesor Ahli Dermatologi dari Universitas Negeri Ohio, Dr Shannon Trotter, mengatakan penggunaan kedua jenis bahan tersebut membuat kinerja tabir surya optimal. Kebanyakan tabir surya saat ini memiliki kedua jenis bahan tersebut. Konsep faktor perlindungan matahari (SPF) diperkenalkan pada tahun 1960.SPF menunjukkan berapa lama tabir surya melindungi kulit. Dokter merekomendasikan SPF 15 dan SPF 30. SPF yang lebih tinggi mungkin tidak benar-benar memberikan perlindungan lebih lama, terutama karena krim biasanya dicuci atau diserap setelah dua jam.

Berikut kesalahan-kesalahan dalam penggunaan tabir surya 

1.Tidak memakai Tabir Surya 30 Menit sebelum beraktivitas di luar rumah

    Pakailah tabir surya setidaknya 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Berikan waktu buat tabir surya agar terserap kulit sebelum 'bercengkerama' dengan sinar matahari. Dengan begitu, kulit Anda mendapatkan perlindungan yang lebih optimal daripada saat Anda mengoleskan tabir surya 5 menit sebelum keluar dari rumah atau kantor.

2.Hanya memakai tabir surya sehari sekali

    Ini kesalahan paling umum dalam menggunakan tabir surya. Mengoleskan tabir surya sebelum beraktivitas dan tidak melakukan pemakaian ulang hingga sepanjang hari.Padahal tabir surya hanya mampu melindungi kulit selama beberapa jam saja. Anda tetap harus reapply setelah 2 jam untuk melindungi kulit. Setelah berenang dan berkeringat banyak, tabir surya juga harus segera diaplikasikan kembali.

3.Memakai Tabir Surya Terlalu Sedikit

     Tabir surya umumnya memiliki tekstur berminyak dan sedikit lengket. Tetapi bukan berarti Anda bisa menggunakan tabir surya sesedikit mungkin agar kulit tidak terasa lengket. Dalam penggunaan tabir surya, setidaknya Anda butuh 2 sendok makan untuk seluruh tubuh yang terekspos matahari.

4.Hanya Memakai Tabir Surya Saat Matahari Terik

     Bahkan saat cuaca mendung dan matahari tampak 'ramah', sekitar 80 persen sinar ultra violet yang dipancarkan matahari masih bisa mencapai permukaan bumi. Hanya karena cuaca sedang mendung dan sinar matahari tidak terlalu terik, bukan berarti efek sengatan sinar UV juga lebih rendah. Karena itu, Anda tetap harus mengoleskan tabir surya setiap hari.

5.Hanya Mengandalkan SPF pada Makeup

      Sejumlah kosmetik memang dilengkapi dengan SPF. Tetapi bukan berarti ini cukup untuk melindungi kulit wajah dari sinar UV. Meskipun mengenakan makeup dengan SPF, pastikan SPF-nya tidak kurang dari 30. Anda pun tetap harus reapply setelah 2 jam.

6. Mandi Cahaya Matahari Seharian

    Bahkan saat Anda sudah memakai tabir surya pun, bukan berarti Anda bisa berlama-lama beraktivitas di bawah terik matahari. Tabir surya tak bisa memblokir 100 persen radiasi sinar UV.Anda tetap perlu membatasi waktu beraktivitas di luar ruangan. Sebisa mungkin, hindari paparan sinar matahari setelah jam 10 pagi. Jika terpaksa, gunakan kacamata pelindung atau topi untuk melindungi kulit.

Itulah kesalahan-kesalahan dalam menggunakan tabir surya yang paling sering dilakukan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)