PRECEDE-PROCEED MODEL DALAM KASUS COVID-19

 



NAMA            : TRIA SEPTIANI DAMA

NIM                : 811421234

Kelas               : C

Kelompok       : 5

MK                  : Dasar Promosi Kesehatan

S1 KESEHATAN MASYARAKAT

 

 

PRECEDE-PROCEED MODEL DALAM KASUS COVID-19

 

PRECEDE-PROCEEDMODEL
Menurut Green & Kreuter (1999), bila kita ingin mempromosikan kesehatan masyarakat, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal.  Beberapa hal tersebut dapat digambarkan sebagai model Precede-Proceed. Precede merupakan singkatan dari  Predisposing, Reinforcing, Enabling Constructs in Educational/Environmental Diagnosis and Evaluation yaitu hal-hal yang merupakan predisposisi, penguat, dan pemungkin terjadinya perilaku dalam evaluasi dan diagnosis pendidikan/lingkungan. Proceed adalah kebijakan, aturan dan  kondisi organisasi dalam pengembangan pendidikan dan lingkungan.

            Menurut Green & Kreuter (1999), faktor-faktor mikro yang memunculkan perilaku adalah: faktor predisposisi yang berupa faktor yang mendahului perilaku. Faktor yang mendahului perilaku dapat berupa pengetahuan, minat, sikap, dsb. Selain faktor predisposisi, faktor lain yang mempengaruhi perilaku adalah faktor pendukung  (Reinforcing Factors).  Yang merupakan faktor pendukung terbentuknya perilaku adalah perilaku yang sama dari  teman-teman juga berperilaku yang sama atau dukungan dari orangtua.  Sedangkan faktor pemungkin terjadinya perilaku (Enabling Factors) .  Faktor yang memungkinkan terjadinya perilaku adalah adanya fasilitas, akses, dan uang sehingga perilaku yang direncanakan dapat dieksekusi.

            Pada awalnya, Green (1974) membahas perilaku dipengaruhi oleh tiga hal yaitu faktor predisposisi, pendukung, dan pemungkin (faktor predisposisi, reinforcing, dan enabling). Dalam perkembangannya Green mengevaluasi tulisannya dan memikirkan bahwa perilaku manusia tidak hanya dipengaruhi faktor dari dalam diri sendiri dan orang di sekitarnya, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan yang lebih luas termasuk kebijakan pemerintah, aturan, dan kondisi organisasi

THE PRECEDE‐PROCEED MODEL
(GREEN & KREUTER, 1999).

 

 

 

 

 

 

 

 


1.      Social Asessment: Quality of Life

2.      Epidemiological Asessment: Health

3.      Behavioral and Environmental asessment: Behavior & Environment

4.      Educational and Ecological Asessment: Predisposing, Reinforcing, and Enabling

5.      Administrative and policy asessment: Health Educations and Policy, Regulations, and Organization

6.      Implementation

7.      Process evaluation

8.      Impact evaluation

9.      Overcome evaluation

 

BAGAIMANA DENGAN PANDEMI COVID-19?

Penyebaran Covid-19 di Indonesia sangat cepat. Setiap hari bertambah kasus dan jumlah kematian pasien Covid-19.  Grafik berikut menunjukkan hal tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 


Grafik kasus yang terus naik ada kemungkinan karena kesadran masyarakat yang masih rendah tentang perilaku sehat. Photo berikut ini menunjukkan masih banyak orang berkumpul tanpa memperhatikan aturan kesehatan.

 

 

Mengapa perilaku masyarakat Indonesia masih kurang memperhatikan protokol kesehatan? Menurut Precede dan Procede Model, kalau pendidikan kesehatan kita sudah mencukupi seharusnya perilaku kesehatan kita menjadi baik.

Ada berapa pendidikan kesehatan dilakukan?

     Webinar

     Media cetak

     Media sosial

     Acara televisi

     Acara radio

     Pembicaraan di kelas

Ada berapa Surat Keputusan dihasilkan?

SK, SE, dan Instruksi dari 1 April-21 Juni 2020 terkait Covid-19: 58 buah

      Ttg Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

      Ttg PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)

      Ttg Larangan Mudik

      Ttg Moda Transportasi

      Ttg Libur Nasional dan Cuti Bersama

      Instruksi Gubernur

      SK Menteri Kesehatan, Menteri Olah raga,

Apa yang belum dilakukan?

Dari uraian di atas, bila kita bandingkan dengan Model Precede-Proceed, apa yang sudah dilakukan pemerintah kita dalam menghadapi Covid-19

 

1.             Asesmen (pengiraan ) awal belum detail di tingkat mikro

2.             Asesmen di tingkat makro

3.             Perlunya “Sekutu” (halaman 14) yang merupakan kesatuan dari berbagai ilmu untuk:

merencanakan memecahkan masalah bersama.

Melaksanakan

Mengevaluasi  kegiatan  terkait Covid-19


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)