TRANSTHEORETICAL MODEL (TTM) SERTA PENERAPANNYA DALAM KESEHATAN IBU DAN ANAK


NAMA : MUTYA RAHMAWATY ARIKALANG

KELAS : C

NIM : 811421101

MATA KULIAH : PROMOSI KESEHATAN

DOSEN PENGAMPUH : RAMLY ABUDI S.Psi, M.Kes

TRANSTHEORETICAL MODEL (TTM) SERTA PENERAPANNYA DALAM KESEHATAN IBU DAN ANAK

The  Transtheoritical  Model  adalah  model  pembentukan  perilaku  yang  berfokus  pada kemampuan individu dalam membuat keputusan daripada pengaruh sosial dan biologis (Velicer, Prochaska, Fava, Norman, & Redding, 1998; Scholl, 2002 dalam Lenio, n.d). Transtheoretical Model  adalah perubahan perilaku atas kesiapan individu untuk memiliki tindakan yang lebih sehat, memberikan strategi, atau proses perubahan untuk memandu individu untuk  berperilaku  sehat  melalui  tahapan  perubahan  dan  pemeliharaan  kesehatan.  Model  ini menjelaskan bagaimana individu memodifikasi perilaku yang menjadi masalah dan memperoleh perilaku positif. Transtheorical model  adalah model yang fokus pada pembuatan keputusan oleh individu. Asumsi dasar model ini adalah pada dasarnya individu tidak dapat merubah perilaku dalam waktu yang singkat, terutama pada perilaku yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Model  transteoritikal  merupakan  model  biopsikososial  yang  integratif,  mengenai perubahan perilaku yang disengaja. Tidak seperti model ataupun teori perilaku lainnya yang eksklusif hanya terfokus pada dimensi tertentu, seperti pengaruh sosial atau biologi. Model ini juga berupaya menyatukan dan mengintegrasikan konstruksi kunci dari beberapa teori menjadi suatu  model  perubahan  perilaku  yang  komperhensif  agar  dapat  digunakan  dalam  beragam perilaku, populasi dan keadaan (pengobatan, upaya pencegahan, atau upaya pembuat kebijakan). The  Transtheoretical  Modelmenurut  Prochaska  dan  DiClemente  (1983)  adalah  suatumodel  yang  integratif  tentang  perubahan  perilaku.  Kunci  pembangun  dari  teori  lain  yang terintegrasi. Model ini menguraikan bagaimana orang-orang memodifikasi perilaku masalah atau memperoleh suatu perilaku yang positif dari perubahan perilaku tersebut. Model ini adalah suatu perubahan yang disengaja untuk mengambil suatu keputusan dari individu tersebut. Model melibatkan emosi, pengamatan dan perilaku, melibatkan pula suatu kepercayaan diri.

Menurut  Glanz  (2008)  tahapan-tahapan  transtheoretical  model  (TTM)  dapat  dipaparkansebagai berikut:

1.Pre-contemplation

2.Contamplation/Perenungan

3.Preparation/Persiapan.

4. Action/Tindakan

5. Maintenance

6.Termination

PenerapanTranstheoretical Model (TTM)

Kasus :

Salah satu contoh penerapan TTM pada kesehatan ibu dan anak adalah ibu dengan anemia, Seorang  ibu  hamil  yang  tidak  suka  makan  sayuran  dan  daging  merah  sehingga  ibu  mengeluhlemah, lesu, sering pusing dan tidak rajin minum multivitamin atau tablet Fe yang diberikan oleh Nakes saat ANC. Setelah periksa, hasilnya hb ibu sebesar 10gr%, Penyelesaian dengan teknik TTM dapat dipaparkan sebagai berikut:

1.     Pre-Contemplation

Pada awalnya ibu tidak memiliki niat untuk merubah pola makannya karena ibu merasatidak ada masalah dengan pola makannya. Ibu cenderung menghindari membaca, memikirkan,dan membicarakan tentang resiko-resiko atas kebiasaannya tersebut.

2.     Contemplation

Ibu mulai merasa bahwa keadaanya saat ini ada hubungannya dengan pola makan yangdijalani.  Ibu  sudah  mulai  mengetahui  atau  menyadari  bahwa  perilaku  yang  ia  miliki  adalahsebuah masalah dan mulai memikirkan baik buruknya jika ia tetap melakukan perilaku tersebut.Tetapi ibu belum membuat komitmen untuk mengambil tindakan dalam waktu dekat

3.     Preparation

Pada tahap ini, ibu sudah mulai memiliki keinginan untuk melakukan perubahan perilaku,dan ibu mulai mencari tahu tentang pola makan yang baik dan sehat, ibu juga konsutasi kepadatenaga kesehatan.

4.     Action

Ibu sudah memulai melakukan perubahan pada perilakunya. Ibu sudah memulai untukmengatur pola makan, mulai makan sayuran dan daging serta mengkonsumsi tablet Fe sesuaianjuran tenaga kesehatan.

5.     Maintenance

Ibu mempertahankan perilaku untuk tetap mengatur pola makan yang baik dan berusahaagar perilaku lama yang ia tinggalkan tidak kembali lagi. Ibu sudah yakin dan bisa mengontroldirinya untuk makan sayuran dan daging serta mengkonsumsi tablet Fe agar tidak terjadi anemiakembali.

6.     Termination

Ibu benar-benar meninggalkan kebiasaan buruknya dan tetap menjaga pola hidup yang jauh lebih sehat dan yakin tidak akan kembali ke kebiasaan lama nya.

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Teori Taksonomi Bloom Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Lingkungan yang Sehat

APLIKASI TEORI HBM (HEALTH BELIEF MODEL) DALAM KASUS PENYADARAN AKAN PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

DIFUSI INOVASI KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM JAMBAN ARUM (ANTAR KE RUMAH)